Rabu, 16 Maret 2016
Minggu, 24 Januari 2016
GLOBAL BRAIN dan PERAN INTERNET
Global Brain dan Peran Internet
25 Januari 2016
Definisi
Global Brain adalah konseptualisasi dari jaringan di seluruh dunia
yang dibentuk oleh semua orang di dunia bersama-sama dengan teknologi informasi
dan komunikasi yang menghubungkan mereka menjadi cerdas dalam mengatur dirinya
sendiri. Internet menjadi lebih cepat, lebih cerdas, dan lebih menyeluruh,
semakin mengikat kita bersama-sama ke dalam sistem pengolahan informasi tunggal
yang berfungsi seperti sistem saraf di bumi. Kecerdasan jaringan ini bersifat
kolektif atau didistribusikan, tidak terpusat atau local dalam setiap individu
tertentu, organisasi atau sistem komputer. Ini bukan muncul dari
jaringan dinamis interaksi antara komponen-komponennya, properti khas dari
sistem adaptif yang kompleks
The World Wide Web ( WWW ) pada khususnya menyerupai
organisasi otak dengan halaman webnya ( memainkan peran yang mirip dengan
neuron ) yang terhubung oleh hyperlink ( memainkan peran yang mirip dengan
sinapsis ), bersama-sama membentuk jaringan asosiatif sepanjang informasi
menyebar. Analogi ini menjadi lebih kuat dengan munculnya media sosial, seperti
Facebook, dimana link antara halaman pribadi mewakili hubungan dalam jaringan sosial yang menyebar dari orang ke
orang. Propagasi mirip dengan aktivitas menyebar bahwa jaringan saraf
menggunakan otak untuk proses.
Peran
internet sebagai mediasi yang memungkinkan terbentuknya berbagai model atau
kondisi :
a. - -Consciounsness
Conscience dalam bahasa Perancis bisa
diartikan sebagai “ hati nurani “ dan diterjemahkan dalam bahasa Inggris
sebagai “ sadar “ atau persepsi atau kesadaran, dan komentator dan penerjemah
dari Durkheim tidak setuju.
Sadar atau kesadaran kolektif adalah
seperangkat keyakinan bersama, gagasan dan sikap moral yang beroperasi sebagai
kekuatan pemersatuan dalam masyarakat. Istilah ini diperkenalkan oleh sosiologi
Perancis Emile Durkheim di Divisinya Buruh di Masyarakat pada tahun 1893.
Adapun “ kolektif “, Durkheim membuat jelas
bahwa ia tidak reifying atau hypostaizing konsep ini, baginya itu adalah “
kolektif “ hanya dalam artian itu adalah umum untuk banyak individu ; cf. Fakta
sosial..
b. -- Unconscius
Dalam teori
yang di kemekukakan oleh Sigmund freud, kepribadian manusia di ibaratkan
sepertei gunung es, dimana yang kita ketahui hanya sedikit bagian di ujung
gunung es, dan bagian terbesar dari kepribadian berada pada alam tidak sadar,
dalam teori freud alam tidak sadar bersifat absrtak dan berupa gagasan dan
dorongan dorongan, tidak seperti alam sadar yang berhubungan langsung dengan
dunia nyata. Namun tidak berarti alam tidak sadar tidak dapat berhubungan
dengna dunia nyata, seringkali alam tidak sadar kita mendorong dan mencoba
untuk memasuki alam sadar kita dengan mengelabui primary sendor yang memiliki tugas untuk memfilter hal-hal yang
akan di lakukan oleh alam sadar kita, alam tidak sadar menyelinap seakan akan
ingatan ingatan itu baik dan berguna jika dilakukan oleh alam sadar kita.
Ketika ingatan tersebut masuk kea lam sadar kita, kita tak lagi mengenali
mereka seperti apa adanya; kita justru melihatnya sebagai pengalaman yang
relative menyenangkan dan tak mengancam.
Pada banyak
kasus, gambaran-gambaran tersebut memiliki motif-motif seksual atau agresi yang
kuat, karena perilaku seksual dan agresi pada masa kanak-kanak seringkali
diganjar dengan tekanan dan hukuman. Tekanan dan hukuman ini seringkali
menciptakan kecemasan dan memicu represi, yaitu dorongan agar pengalaman yang
tidak diinginkan serta membawa kecemasan masuk ke alam tidak sadar yang
melindungi kita dari rasa sakit akibat
kecemasan tersebut.
Dalam
kaitannya peran internet dalam menciptakan suasana unconscious, dunia maya
menyediakan tempat dalam pemenuhan dorongan dorongan seksual dan agresi yang
berada dalam alam tidak sadar kita, dalam dunia maya kita secara bebas
mengakses informasi yang positif dan juga yang negative, seperti akses video
porno yang akan memberi kesenagna seksual, alam tidak sadar kita dapat dengan
mudah mempengaruhi perasaan kita bahwa “melihat video porno itu tidak papa, toh
tidak ada yang tahu” alam tidak sadar menyelinap kea lam sadar seperti itu,
dengan sangat mudahnya alam sadar kita terpengaruh oleh alam tidak sadar kita.
c. -- Collective Unconsciousness
Ketidaksadaran
kolektif istilah psikologi analitis, diciptakan oleh Carl Jung. Hal
ini diusulkan untuk menjadi bagian dari pikirin bawah sadar, dinyatakan dalam
kemanusian dan semua bentuk kehidupan dengan sistem saraf, dan mmenjelaskan
bagaimana struktur jiwa mandiri mengatur pengalaman. Jung dibedakan
ketidaksadaran kolektif dari ketidak sadaran pribadi, dalam ketidaksadaran
pribadi adalah reservoir pribadi pengalaman unik untuk setiap
individu, sedangkan terkumpul ketidaksadaran kolektif dalam cara yang sama
dengan masing-masing anggota dari suatu spesis tertentu. Isi dari ketidaksadarn
kolektif disebut arketipe, ada berbagai macam arketipe, seperti anima, animus,
great mother, wisdom old man, superhero, dan diri sendiri. Pengendan arketipe
dari generasi ke genrasi dapat berbagai mediasi, salah satunya melalui media
internet, sebagai contoh adalah superhero yang di definisikan sebagai seseorang
yang memiliki kekuatan melawan orang jahat yang menghancurkan orang banyak,
pengenalan atau pengendapan arketipe superhero dari generasi dapat dilakukan
slah satunya melalui media internet, banyak sekali cerita yang mendefinisikan
superhero dari berbagai dunia mengenai superhero, kita tanpa harus hidup di
masa lalu dapat menhetahui apa itu super hero melalui cerita dan artikel yang
dimuat di media internet.
Daftar
Pustaka :
Kinerja
Tim :
NPM
|
Nama
|
Jobdesk
|
13514316
|
Dwi Rahmawati
|
Searching
|
15514765
|
Kandi Larasati
|
Searching
|
18514232
|
Nurma Oktavia
|
Sarana
Prasarana
|
18514362
|
Padma Paramitta
|
Editing
|
1A514246
|
Shintia Rilyani
|
Typing
|
1A514506
|
Suliana Tri Aulia Dienny
|
Typing
|
Rabu, 30 Desember 2015
KELOMPOK UNIK DALAM INTERNET
KELOMPOK
UNIK DALAM INTERNET
Di dalam dunia internet
terdapat banyak sekali kelompok-kelompok atau yang biasa disebut dengan
komunitas. Mulai dari kelompok musik, kelompok jual beli barang, kelompok
sosial, dsb. Ini sangat bermanfaat bagi si pengguna karena mulai dari dunia
maya kita dapat mengenal satu sama lain orang-orang yang mempunyai hobi dan
kebiasaan yang sama. Dengan adanya kelompok unik ini melalui internet kita
dapat bersosialisasi dengan anggota-anggota lain.
Di atas kita sudah
jelaskan apa saja kelompok-kelompok yang ada di dalam internet. Mungkin sudah
banyak orang yang mengenal dengan kelompok musik dengan berbagai macam aliran,
kalau sudah mendengar kata tersebut maka anggota-anggota yang ikut bergabung
dalam kelompok itu akan sangat bangga dan senang karena di dalamnya terdapat
berbagai macam hal yang bisa mereka lakukan seperti membuat jadwal berkumpul
atau gathering guna saling mengenal dan saling berbagi dalam bermusik Di
Indonesia ini sudah beribu-ribu macam kelompok dan mereka bisa saling
berinteraksi satu dengan yang lain dengan sesama komunitas. Banyak cara yang
kita dapatkan untuk mendapatkan sesuatu yang baru, yang merupakan salah satu
dari apa yang kita gemari. Selain menambah teman kelompok unik di dalam
internet ini adalah kita bisa menambah wawasan apa yang tadinya belum pernah
kita dengar, belum pernah kita pahami dengan adanya kelompok ini wawasan kita
menjadi luas dan menambah pengalaman-pengalaman baru yang sangat menarik dan
seru.
KELOMPOK KERJA VIRTUAL
Kelompok kerja virtual adalah sebuah
"ruang kerja" yang berlokasi di dunia internet, di mana seorang
individu dapat menyelesaikan tugas-tugas yang diperlukan untuk melaksanakan
bisnis profesional atau pribadi tanpa memiliki "fisik" lokasi usaha.
Kelompok kerja virtual merupakan sebuah bentuk aplikasi layanan perkantoran
dalam format virtual yang bekerja secara online. Pengaturan operasional dan
fungsional suatu Kelompok kerja virtual memungkinkan pemilik bisnis dan
karyawan untuk bekerja dari lokasi di manapun dengan menggunakan teknologi
komputer seperti PC, laptop, ponsel dan akses internet. Kelompok kerja
virtual menggunakan teknologi komputer
guna menghubungkan orang-orang yang terpisah secara fisik guna mencapai sasaran
bersama.Teknik tersebut memungkinkan orang saling bekerjasama lewat metode
online, kendati mereka dipisahkan yuridiksi negara bahkan benua.
Kelompok kerja virtual dapat melakukan
lebih banyak hal ketimbang kelompok kerja lainnya, terutama dalam hal berbagi
informasi, pembuatan keputusan, dan perampungan pekerjaan. Mereka terdiri atas
para anggota dari organisasi yang sama ataupun hubungan anggota organ dengan
para pekerja dari organisasi lain semisal supplier ataupun partner perusahaan.
Munculnya
kelompok-kelompok atau komunitas di internet memang bukanlah suatu hal asing
lagi bagi kita sekarang ini. Banyak sekali kelompok-kelompok unik tertentu yang
menggunakan internet sebagai wadah kelompok kerja mereka, yang kemudian disebut
kelompok kerja virtual. Kelompok kerja virtual adalah suatu kelompok yang
menggunakan aktivitas virtual untuk menyelesaikan suatu pekerjaan atau tugas
tertentu. Ya, sebenarnya internet telah menyediakan berbagai media virtual
untuk memudahkan kita dalam bekerja baik itu secara individu maupun kelompok.
Apa saja? Dari mulai fasilitas e-mail, chatroom, bahkan media sosial sekalipun
bisa dijadikan wadah kelompok kerja virtual, atau kelompok tersebut bisa
membuat semacam jaringan sosial tersendiri untuk mereka yang digunakan untuk
menuntaskan pekerjaan mereka. Kemampuan bersosialisasi non verbal dan
bekerjasama yang tinggi dari para professional membuat mereka mampu membentuk
kelompok kerja virtual. Membentuk team saat ada pekerjaan yang harus ditangani
dan membubarkan diri ketika pekerjaan tersebut telah selesai.
Team kerja virtual
seperti itu hanya bisa dibentuk oleh para professional yang sudah bisa
bertindak indenpenden bagi dirinya sendiri. Mereka hanya jadi terikat ketika
sedang menangani suatu proyek yang dikerjakan oleh team virtual. hal seperti
ini sudah biasa di gunakan dalam dunia hiburan, kerja kelompok dengan jenis
seperti ini disebut juga dengan organisasi semu yang dapat bekerja secara
profesional.
Berikut adalah beberapa
hal penting dalam membangun serta meng-organisasikan sebuah tim kerja kelompok
virtual:
1. Driver (mengembangkan
gagasan, memberi arah, menemukan hal-hal baru).
2. Planner (menghitung
kebutuhan tim, merencanakan strategi kerja, menyusun jadwal).
3. Enabler (ahli
memecahkan masalah, mengelola sarana / sumber daya, menyebarkan gagasan,
melakukan negosiasi).
4. Exec (mau bekerja
menghasilkan output, mengkoordinir dan memelihara tim).
5. Controller (membuat
catatan, mengaudit dan mengevaluasi kemajuan tim).
Adapun cara mengontrol
para pegawai dalam kerja virtual adalah dengan memberikan orientasi bekerja
secara tim, sebab berdasarkan observasi seseorang yang bekerja secara tim
memiliki tingkat sikap bertanggung jawab yang lebih tinggi dibandingkan dengan
orang yang bekerja secara individu.
Tujuan
Kelompok kerja virtual timbul sebagai
upaya untuk mewujudkan efisiensi kerja yang berujung pada penekanan biaya (cost
reduction) yang salah satunya adalah pengurangan penggunaan lingkungan kantor
secara fisik. Sebuah kantor virtual dapat memberikan penghematan yang signifikan
dan fleksibilitas dibandingkan dengan menyewa ruang kantor tradisional.
Kelompok kerja virtual merupakan implementasi dari upaya otomasi perkantoran
(office automation) yang bertujuan membantu pemilik atau karyawan perusahaan
untuk meningkatkan produktifitas kerja. Keberadaan kantor virtual seorang
pemilik atau karyawan persahaan dapat “datang” ke kantor secara cepatyang
sebetulnya, kedatangan dan kepergian tersebut berlangsung secara virtual yang
tidak secara fisik datang dan hadir di lingkungan kantor.
Infrastruktur
Mewujudkan suatu Kelompok kerja virtual
berarti mempersiapkan infrastruktur otomasi perkantoran, melakukan definisi
ulang (redefine) proses kerja kantor, serta mempersiapkan kondisi karyawan
untuk bekerja melalui konsep kantor virtual. Definisi ulang proses kerja dan
persiapan kondisi karyawan tentunya akan melibatkan proses manajemen yang cukup
kompleks, terlebih bagi perusahaan yang selama ini beroperasi dengan cara
tradisional. Sedangkan infrastruktur otomasi perkantoran, meskipun tetap melibatkan
proses manajemen, lebih sering dipandang dari segi teknis integrasinya.
Infrastruktur otomasi perkantoran dapat tersusun atas tiga jenis aplikasi
berikut ini:
1.
Aplikasi perkantoran, meliputi pengolah kata, pengolah tabel, pengolah
slide presentasi.
2.
Aplikasi komunikasi, termasuk e-mail, messaging, voice-mail, telefon,
fax, address book, dll.
3.
Aplikasi kolaborasi, yang berisi aplikasi manajemen proyek, kalender
elektronik, forum diskusi, aplikasi konferensi dll.
Kini dengan semakin banyaknya perusahaan
yang menyediakan layanan kelompok kerja virtual, memudahkan individu untuk
mengembangkan usahanya tanpa harus memikirkan infratruktur otomasi perkantoran.
Beberapa perusahaan kantor virtual telah menyediakan layanan dan bantuan yang
terkait dengan kantor fisik, seperti alamat kantor yang bergengsi, layanan
menjawab telepon profesional dan menyewakan ruang kantor dan ruang pertemuan,
dan lain-lain.
Kelompok kerja virtual saat ini bukan
hanya sebagai pemanfaatan ”ruang kerja” di dunia maya, tetapi juga merupakan
aplikasi lengkap termasuk komunikasi profesional.
Layanan komunikasi kelompok kerja virtual
·
Resepsionis Jarak Jauh. Sebuah tim pekerja kantor virtual bekerja
menggunakan teknologi Telepon Integrasi dengan perangkat lunak Komputer untuk
menggantikan resepsionis tradisional.
·
Asisten Virtual. Sebuah asisten virtual sering kali merupakan sekretaris
bagi yang bekerja dari rumah, yang jarang bertemu atau bertatap muka dengan
klien.
·
Layanan Jawab / call center beroperasi dari lokasi terpusat untuk tujuan
menerima dan mengirimkan sejumlah besar permintaan melalui telepon. Layanan
telepon kantor virtual menjembatani kesenjangan antara Anda dan klien.
·
Kotak suara adalah teknologi yang menyimpan pesan suara elektronik.
·
Gedung Kantor Virtual - kantor virtual memberi Anda untuk memiliki
kantor nyata di kota pilihan Anda, agar dapat digunakan untuk bertatap muka,
rapat, pertemuan dengan karyawan lain atau relasi.
Layanan Ruang kelompok kerja virtual
·
Alamat Profesional - Sebuah bangunan bergengsi untuk digunakan sebagai
alamat bisnis.
·
Alamat surat - Alamat profesional dapat digunakan untuk menerima,
mengirim surat tanpa konotasi dari sebuah PO Box.
·
Resepsionis – Tenaga Resepsionis sebagai ”wakil” untuk menerima dan
menandatangani paket atau dokumen.
·
Bisnis Meeting Space - Penggunaan ruang pertemuan sesuai dengan
permintaan (per jam, harian atau mingguan) untuk melakukan pertemuan atau
rapat.
·
Sebuah kantor layanan lengkap virtual akan menyediakan internet
broadband, fax, fotokopi, printer, fitur telepon tingkat lanjut, conference
call, video conferencing, lobi / ruang tunggu dan dapur.
·
Live Resepsionis Virtual - Sebuah layanan menjawab virtual adalah sebuah
sistem otomatis dengan resepsionis virtual hidup. Ini jenis layanan dapat
dinikmati tanpa membeli peralatan mahal.
Pengguna umum kelompok kerja virtual:
·
Home Industri barang/jasa
·
Akuntan
·
Pengacara
·
Hukum Perusahaan
·
Toko online
·
Dokter / Terapis
·
Bisnis konsultan
·
Mediator / resolusi konflik
·
Kamar Dagang
·
Senior manajemen
·
Real estat
·
Perusahaan hipotek
·
Broker Saham / perencana keuangan
·
Koleksi lembaga
·
Jaringan kelompok
·
Pelatih / instruktur
·
Inkubator
Artikel diatas menjelaskan bahwa kelompok
kerja virtual sangatlah efisen jika dipakai dalam dunia bisnis atau pekerjaan
sehari dalam dunia industri maupun organiosasi.
Sumber :
Kinerja Tim :
NPM
|
Nama
|
Jobdesk
|
13514316
|
Dwi
Rahmawati
|
Searching
|
15514765
|
Kandi Larasati
|
Searching
|
18514232
|
Nurma Oktavia
|
Sarana Prasarana
|
18514362
|
Padma Paramitta
|
Editing
|
1A514246
|
Typing
|
|
1A514506
|
Suliana Tri Aulia Dienny
|
Typing
|
Rabu, 04 November 2015
Peran Sosial Individu dalam Internet (Pro Sosial)
Peran Sosial Individu dalam Internet ( Pro Sosial )
Definisi
Perilaku prososial merupakan tindakan bertujuan untuk kepentingan orang lain (Kassin, Fein & Markus, 2011). Lebih lanjut, perilaku prososial merupakan semua jenis tindakan yang dimaksudkan untuk memberikan manfaat bagi orang lain selain diri sendiri, seperti bekerja sama, berbagi, dan menghibur (Batson, dalam Sanderson, 2011). Prososial diartikan sebagai sosial positif, sehingga perilaku prososial merupakan perilaku yang mempunyai akibat atau konsekuensi yang positif bagi orang lain, sehingga ketika seseorang melakukan bantuan terhadap orang lain, prososial memiliki arti sebagai sosial positif atau mempunyai konsekuensi positif (Fetchenhauer, dkk, 2006). Sosial positif ini didasarkan atas nilai-nilai positif yang ada di masyarakat dan biasanya di tuntut untuk dilakukan (Staub, dalam Ma, Li, & Pow, 2011).
Baron & Byrne (2005) mengatakan bahwa perilaku prososial adalah suatu tindakan menolong yang menguntungkan orang lain tanpa harus menyediakan suatu keuntungan langsung pada orang yang melakukan tindakan tersebut, dan mungkin bahkan melibatkan suatu resiko bagi orang yang menolong. Gerungan (2000) menyatakan bahwa perilaku prososial mencakup perilaku yang menguntungkan orang lain yang mempunyai konsekuensi sosial yang positif sehingga akan menambah kebaikan fisik maupun psikis. Sedangkan Faturochman (2006) mengartikan perilaku prososial sebagai perilaku yang memberi konsekuensi positif pada orang lain.
Pengertian Prososial Menurut para Tokoh.
1. Perilaku prososial merupakan tindakan bertujuan untuk kepentingan orang lain (Kassin, Fein & Markus, 2011).2. Menurut O. Sears.Peplau, dan Taylor pengertian perilaku prososial mencakup kategori yang lebih luas, segala bentuk tindakan yang dilakukan atau direncanakan untuk menolong orang lain, tanpa memperdulikan motif-motif si penolong.
3. Perilaku prososial ialah tindakan sukarela yang dilakukan sesorang atau sekelompok orang untuk menolong orang lain tanpa mengharapkan imbalan apa pun atau perasaan telah melakukan kebaikan (David O.Sears. dkk, 1991).
4. Pengertian perilaku prososial adalah segala bentuk tindakan positif yang diberikan pada orang lain tanpa keinginan untuk memperoleh imbalan untuk kepentingan diri sendiri (Edwin P Holiander)
Peran Sosial Individu
Dengan setiap teknologi baru, hampir selalu ada periode terkait re-ogranisasi sosial dan kultur dan refleksi, dan kadang-kadang bahkan kecemasan dan konflik. Hampir selalu ada juga banyak pembicara jurnalis, ulama, dan orang biasa mencoba untuk memahami apa yang mereka ketahui dan mendengar tentang perkembangan teknologi baru. Sering mitos populer tentang teknologi baru dapat menjadi ekstrim, cenderung membesar-besarkan dampak negatif atau positif mereka percaya bahwa teknologi akan memiliki pada masyarakat, interaksi sosial, dan psikologis individu. Setiap peran sosial adalah serangkaian hak, kewajiban, harapan, norma, dan perilaku seseorang yang harus dihadapi dan dipenuhi. Model ini didasarkan pada pengamatan bahwa orang-orang bertindak dengan cara yang dapat diprediksikan, dan bahwa kelakuan seseorang bergantung pada konteksnya, berdasarkan posisi sosial dan faktor-faktor lain. Perilaku prososial mencakup kategori yang lebih luas yaitu meliputi segala bentuk tindakan yang dilakukan atau direncanakan untuk menolong dan bermanfaat bagi orang lain, tanpa memperdulikan motif-motif si penolong.Determinisme teknologi karena melihat teknologi sebagai besar 'penggerak dan pengocok' balik transformasi sosial yang besar pada tingkat intuisi, interaksi sosial dan kognisi individu.
Sosial individu sangat berperan dalam internet. Peran sosial individu dalam penggunaan internet (berinteraksi melalui internet) adalah dengan mengeluarkan pendapat di forum-forum online. Hal tersebut akan mendorong seorang netters untuk prososial. Mereka akan lebih bisa bersosialisasi dalam kehidupan nyata jika bisa berinteraksi dengan orang lain di internet. Meskipun biasanya yang aktif di dunia maya cenderung pasif di kehidupan nyata, namun berkat peran sosial dalam internet, maka orang yang tadinya pasif bisa menjadi aktif di dunia maya dan kehidupan nyata.
Perilaku prososial meliputi berbagai bentuk, antara lain
1. Simpati (Sympathy). Perilaku yang didasarkan atas perasaan positif terhadap orang lain, sikap peduli, serta ikut merasakan kesedihan dan penderitaan orang lain.
2. Kerjasama (Cooperation). Kerjasama diartikan bahwa setiap orang mampu dan ingin bekerjasama dengan orang lain, meski bukan untuk keuntungan bersama.
3. Membantu (Helping). Perilaku mengambil bagian atau membantu urusan orang lain sehingga orang tersebut dapat mencapai tujuannya.
4. Berderma (Donating) Merupakan perilaku memberikan hadiah atau sumbangan kepada orang lain, biasanya berupa amal.
5. Suka menolong (Altruisme) Mengambil bagian untuk menolong orang lain, yang dilakukan tanpa pamrih, dan biasanya dalam bentuk menyelamatkan orang lain dari ancaman bahaya.
Menurut definisi oleh Wasserman dan Faust (1994) jejaring sosial dapat dipandang sebagai sistem hubungan sosial ditandai dengan serangkaian actor (orang) dan ties (percakapan) dalam sosial mereka. Kuat lemahnya ties dalam suatu jejaring sosial oleh Granovetter (dalam Carolan & Natriello, 2006) dipengaruhi oleh 4 kriteria sebagai berikut :
1. Durasi
2. Intensitas emosional
3. Keintiman
4. Pertukaran layanan atau bantuan
Perilaku prososial dapat mengurangi perilaku antisosial, yang secara sederhana, digambarkan sebagai perilaku yang tidak diinginkan dalam lingkungan sosial merupakan lawan dari perilaku prososial (Millon, dkk, dalam Millie 2009). Perilaku antisosial lebih mengarah menentang pada norma norma yang berlaku pada masayrakat (Connor, 2002).
Bentuk-bentuk prilaku Prososial
Menurut Schoeder Prilaku Prososial mencakup hal-hal sebagai berikut :
· Menolong
· Alturisme
· Kerjasama
Baron dan Byrne (2005) menyebutkan tiga aspek perilaku prososial, yang antara lain:
1. Menolong orang lain yang kesulitan (Helping A Stranger Distress)· Penyebaran tanggung jawab dan menghindari kesalahan.
2. Mengurangi suatu tindak pelanggaran (Deterring A Wrongdoer)
3. Menahan godaan (Resist Temptation) Menurut Hing Keung Ma (2011) perilaku prososial pada remaja dalam penggunaan internet termasuk di dalamnya
- Perilaku menolong. Dalam mengorganisir kegiatan dunia maya bersifat sukarela dan altruistik untuk membantu orang yang membutuhkan seperti contoh menggunakan sarana internet untuk membantu orang lain.
- Perilaku kerjasama dan berbagi. Menggunakan fasilitas internet sebagai sarana untuk mengajar dan belajar, sehingga meningkatkan pengetahuan dan wawasan seseorang
- Mempertahankan hubungan yang afektif.
Perilaku normatif dalam penggunaan internet. Contoh,dikenal dan diyakini oleh orang lain sebagai orang yang baik
DAFTAR PUSTAKA
NPM
|
Nama
|
Jobdesk
|
13514316
|
Searching
| |
15514765
|
Searching
| |
18514232
|
Sarana Prasarana
| |
18514362
|
Editing
| |
1A514246
|
Typing
| |
1A514506
|
Typing
|
Langganan:
Postingan (Atom)