Sabtu, 19 Maret 2016

Fenomena Kesehatan Mental dan Konsep Normal- Abnormal dalam Masyarakat



NAMA                  : Kandi Larasati Tambunan
KELAS                    : 2PA07
NPM                      : 15514765
MATKUL              : Kesehatan Mental


PENDAHULUAN
Fenomena yang sering dialami oleh masyarakat saat ini salah satunya adalah kecanduan dalam menggunakan internet.

Pengertian fenomena adalah rangkaian peristiwa serta bentuk keadaan yang dapat diamati dan dinilai lewat kaca mata ilmiah atau lewat disiplin ilmu tertentu. Fenomena terjadi di semua tempat yang bisa diamati oleh manusia.

Kecanduan dalam menggunakan internet sangat tidak baik dampaknya bagi lingkungan sekkitar dan kesehatan mental yang dirasakan. Sebenernya kecanduan terhadap jejaring sosial ini dapat mengganggu kesehatan mental seseorang karena memicu seseorang untuk mengisolasi diri dan membuat dirinya menjadi anti sosial atau ansos. Karena kita sudah nyaman dengan dunia media sosial kita sehingga tidak dapat bergaul dilingkungan luar. Hal ini berbahaya karena pengisolasian diri dapat mengubah cara kerjaa gen, membuat bingung respon kekebalan, level hormon, fungsi urat nadi, merusak performa mental, dan obesitas karena kita tidak sering bergerak dikarenakan duduk bermain internet.

hal ini dapat menyebabkan hubungan sosial individu tersebut dengan orang yang ada disekitarnya mulai merenggang. karena individu tersebut telah terlarut dan marasa nyaman dengan diriya yang ada di dunia maya sehingga mulai merupakan bagaimana cara berprilaku ketika sedang berinteraksi dengan individu lain di dunia nyata. Dan ketika berada dilingkungan yang nyata manusia merasa canggung, tidak bebas, karna tidak pernah bertinteraksi secara langsung terhadap lingkungan.
seharusnya jejaring sosial bisa menjadi wadah pertemanan atau peyalur bakat sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup. namun yang terjadi dewasa ini adalah kebalikan dari itu semua. Media sosial sekarang dapat merusak anak yang tidak bisa menggunakannya dengan benar dan baik.



TEORI
Normal Menurut Stren (1964)
Stren mengusulkan untuk memperhatikan empat aspek untuk menilai normal atau tidaknya seseorang, yaitu :
1.      Daya integrasi, fungsi ego dalam mempersatukan, mengkoordinasi kegiatan ego ke dalam maupun keluar diri.
2.      Ada tidaknya simtom gangguan, ditinjau dari segi praktis, merupakan pegangan yang papling jelas dalam mengevaluasi kesehatan jiwa secara kualitatif. Ini dinamanakan juga pendekatan medis.


3.      Kriteria psikoanalisis, memperhatikan dua hal untuk dipakai sebagai patokan dari kesehatan jiwa, yaitu tingkat kesadaran darri jalannya perkembangan psikoseksual. Makin tinggi tingkat kesadaran seseorang, makin baik atau sehat jiwanya. Sebaliknya jika seseorang terlalu banyak dikuasai oleh alam tidak sadar, maka berarti ia kurang sehat jiwanya.
4.      Determinan sosio-kultural

Definisi Sehat-Normal dan ciri-ciri Sehat-Normal
Definisi Sehat-Normal
Sehat adalah suatu keadaan berupa kesejahteraan fisik, mental, dan sosial secara penuh dan bukan semata-mata berupa absennya penyakit atau keadaan lemah tertentu (menurut WHO).

BEBERAPA CIRI ORANG YANG SEHAT-NORMAL
a.       Sikap terhadap diri sendiri : memiliki penilaian  yang realistik terhadap berbagai kelebihan dan kekurangan.
b.      Persepsi terhadap realitas : memiliki peandangan yang realistis terhadap diri  dan terhadap dunia, orang maupun benda di sekelilingnya.
c.       Integrasi : berkepribadian utuh, bebas dari konflik-konflik batin yang melumpuhkan, memiliki toleransi yang baik terhadap stres.
d.      Kompetensi : memiliki kompetensi-kompetensi fisik, intelektual, emosional, dan social yang memadai untuk mengatasi berbagai problem hidup.
e.       Otonomi : memiliki kemandirian, tanggung jawab dan penentuan diri yang memadai disertai kemampuan cukup untuk membebaskan diri dari aneka pengaruh sosial.
f.       Pertumbuhan aktualisasi diri : semakin berkembang kemampuan-kemampuannya dan mencapai pemenuhan diri sebagai pribadi.


Definsi Abnormal
1.   Definisi Abnormal
         Abnormal artinya menyimpang dari yang normal. Yang normal itu yang bagaimana? Bilamana gejala jiwa atau perilaku dinyatakan normal? Pertanyaan tersebut tidak mudah untuk dijawab sebab manusia merupakan makhluk multi dimensional. Manusia merupakan makhluk biologis, makhluk individu, makhluk sosial, makhluk etis, dst, sehingga perilaku manusia dapat dijelaskan dari dimensi-dimensi tersebut, begitu juga bila berbicara mengenai abnormalitas jiwa.
  
 ANALISIS

KOMPAS.com - Rasanya kita semakin sulit untuk lepas dari internet. Selain memudahkan banyak pekerjaan, kita juga merasa lebih gampang berhubungan dengan banyak orang berkat internet.

Sebuah penelitian mengungkapkan, rata-rata orang menggunakan internet adalah 6 jam per hari dan beberapa orang lainya bisa sampai 10 jam atau bahkan lebih per hari. Waktu yang cukup banyak itu bisa menandakan adanya kecanduan dan tentunya berdampak buruk bagi kesehatan.

Berdasarkan penelitian dari Universitas Swansea dan Milan, terlalu sering menghabiskan waktu untuk online akan menurunkan sistem imum manusia. Akibatnya kita akan lebih mudah terserang flu dibanding orang-orang yang tidak terlalu banyak online.
Terlalu asyik dengan gadget juga akan membuat Anda menjadi sosok penyendiri sehingga kurang berinteraksi dengan orang lain. Anda hanya memiliki sedikit waktu untuk bersosialisasi alam dunia nyata.

Hasil penelitian menunjukkan, orang yang lebih sering menggunakan internet, sekitar 30 persen menjadi lebih sering terkena flu. Orang yang sudah kecanduan internet juga bisa stres jika koneksi internet terputus. Stres dapat memengaruhi kadar hormon kortisol yang akhirnya berdampak pada sistem kekebalan tubuh.

Peneliti juga melihat perilaku yang berbeda dalam penggunaan internet  antara pria dan wanita. Wanita lebih cenderung menggunakan internet untuk  membuka situs media sosial dan belanja online. Sedangkan pria, lebih sering menggunakan internet untuk bermain games dan membuka situs pornografi.

Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa orang yang menghabiskan waktunya untuk online akan lebih sering mengalami masalah sulit tidur dan memiliki kebiasaan makan yang buruk. Terpaku pada gadget juga membuat mereka kurang olahraga, cenderung untuk merokok dan minum alkohol.

Nah, agar kita terhindar dari dampak buruk tersebut, batasilah waktu Anda untuk online dan lakukan aktivitas di dunia nyata.
PEMBAHASAN
Dalam kasus diatas kecanduan dalam menggunakan internet akan berdampak buruk bagi kehdupan kita, bagi individdu maupun orang lain. Internet tentunya harus digunakan secara bijak agar pengguna internet itu sendiri menjadi lebih bermanfaat dalam kehidupannya sehari-hari.
Kecanduan dalam menggunakan internet akan menimbulkan beberapa dampak berbahaya seperti banyak orang lupa waktu karena terlalu sulit menggunakan internet, meningkatkan kriminalitas dan juga cyber crime, tugas-tugas yang kita dapatkan juga terbengkalai, merusak mata karena berada di depan layar monitor terus menerus, faktor kesehatan tubuh juga berkurang dikarenakan kita hanya duduk didepan layar motnitor sehingga kurang bergerak atau kurang berolahraga sehingga membuat obesitas, dapat merussak mental karena tidak semua konten internet baik untuk dibuka dan diakses, menyebabkan seseorang merasa tidak diterima di dunia nyata sehingga menganggap bahwa internet adalah dunianya, cenderung tidak peduli terhadap lingkungan sekitar sehingga membuat inddividu menjadi lebih nyaman berada didalam rumah sendiri dengan hanya bermain internet dibandingkan dengan berinteraksi di lingkungan luar agar bisa bersosilisaasi di dalam kehidupan nyata.

DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar