NAMA : Kandi Larasati Tambunan
KELAS : 2PA07
NPM : 15514765
MATKUL :
Kesehatan Mental
PENDAHULUAN
Fenomena yang sering dialami oleh masyarakat saat
ini salah satunya adalah kecanduan dalam menggunakan internet.
Pengertian fenomena adalah rangkaian peristiwa serta
bentuk keadaan yang dapat diamati dan dinilai lewat kaca mata ilmiah atau lewat
disiplin ilmu tertentu. Fenomena terjadi di semua tempat yang bisa diamati oleh
manusia.
Kecanduan dalam menggunakan internet sangat tidak
baik dampaknya bagi lingkungan sekkitar dan kesehatan mental yang dirasakan. Sebenernya
kecanduan terhadap jejaring sosial ini dapat mengganggu kesehatan mental
seseorang karena memicu seseorang untuk mengisolasi diri dan membuat dirinya
menjadi anti sosial atau ansos. Karena kita sudah nyaman dengan dunia media
sosial kita sehingga tidak dapat bergaul dilingkungan luar. Hal ini berbahaya
karena pengisolasian diri dapat mengubah cara kerjaa gen, membuat bingung
respon kekebalan, level hormon, fungsi urat nadi, merusak performa mental, dan
obesitas karena kita tidak sering bergerak dikarenakan duduk bermain internet.
hal ini dapat menyebabkan hubungan sosial individu
tersebut dengan orang yang ada disekitarnya mulai merenggang. karena individu
tersebut telah terlarut dan marasa nyaman dengan diriya yang ada di dunia maya
sehingga mulai merupakan bagaimana cara berprilaku ketika sedang berinteraksi
dengan individu lain di dunia nyata. Dan ketika berada dilingkungan yang nyata
manusia merasa canggung, tidak bebas, karna tidak pernah bertinteraksi secara
langsung terhadap lingkungan.
seharusnya jejaring sosial bisa menjadi wadah
pertemanan atau peyalur bakat sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup. namun
yang terjadi dewasa ini adalah kebalikan dari itu semua. Media sosial sekarang
dapat merusak anak yang tidak bisa menggunakannya dengan benar dan baik.
TEORI
Normal Menurut Stren (1964)
Stren
mengusulkan untuk memperhatikan empat aspek untuk menilai normal atau tidaknya
seseorang, yaitu :
1.
Daya integrasi, fungsi ego dalam mempersatukan,
mengkoordinasi kegiatan ego ke dalam maupun keluar diri.
2.
Ada tidaknya simtom gangguan, ditinjau dari segi
praktis, merupakan pegangan yang papling jelas dalam mengevaluasi kesehatan
jiwa secara kualitatif. Ini dinamanakan juga pendekatan medis.
3.
Kriteria psikoanalisis, memperhatikan dua hal untuk
dipakai sebagai patokan dari kesehatan jiwa, yaitu tingkat kesadaran darri
jalannya perkembangan psikoseksual. Makin tinggi tingkat kesadaran seseorang,
makin baik atau sehat jiwanya. Sebaliknya jika seseorang terlalu banyak
dikuasai oleh alam tidak sadar, maka berarti ia kurang sehat jiwanya.
4.
Determinan sosio-kultural
Definisi
Sehat-Normal dan ciri-ciri Sehat-Normal
Definisi
Sehat-Normal
Sehat adalah
suatu keadaan berupa kesejahteraan fisik, mental, dan sosial secara penuh dan
bukan semata-mata berupa absennya penyakit atau keadaan lemah tertentu (menurut
WHO).
BEBERAPA CIRI ORANG YANG SEHAT-NORMAL
a.
Sikap terhadap
diri sendiri : memiliki penilaian yang realistik terhadap berbagai
kelebihan dan kekurangan.
b.
Persepsi
terhadap realitas : memiliki peandangan yang realistis terhadap diri dan
terhadap dunia, orang maupun benda di sekelilingnya.
c.
Integrasi :
berkepribadian utuh, bebas dari konflik-konflik batin yang melumpuhkan, memiliki
toleransi yang baik terhadap stres.
d.
Kompetensi :
memiliki kompetensi-kompetensi fisik, intelektual, emosional, dan social yang
memadai untuk mengatasi berbagai problem hidup.
e.
Otonomi :
memiliki kemandirian, tanggung jawab dan penentuan diri yang memadai disertai
kemampuan cukup untuk membebaskan diri dari aneka pengaruh sosial.
f.
Pertumbuhan
aktualisasi diri : semakin berkembang kemampuan-kemampuannya dan mencapai
pemenuhan diri sebagai pribadi.
Definsi
Abnormal
1.
Definisi Abnormal
Abnormal artinya menyimpang dari yang normal. Yang normal itu yang bagaimana?
Bilamana gejala jiwa atau perilaku dinyatakan normal? Pertanyaan tersebut tidak
mudah untuk dijawab sebab manusia merupakan makhluk multi dimensional. Manusia
merupakan makhluk biologis, makhluk individu, makhluk sosial, makhluk etis,
dst, sehingga perilaku manusia dapat dijelaskan dari dimensi-dimensi tersebut,
begitu juga bila berbicara mengenai abnormalitas jiwa.
ANALISIS
KOMPAS.com - Rasanya kita semakin sulit untuk lepas dari internet. Selain memudahkan banyak pekerjaan, kita juga merasa lebih gampang berhubungan dengan banyak orang berkat internet.
Sebuah penelitian mengungkapkan, rata-rata orang
menggunakan internet adalah 6 jam per hari dan beberapa orang lainya bisa
sampai 10 jam atau bahkan lebih per hari. Waktu yang cukup banyak itu bisa
menandakan adanya kecanduan dan tentunya berdampak buruk bagi kesehatan.
Berdasarkan penelitian dari Universitas Swansea dan
Milan, terlalu sering menghabiskan waktu untuk online akan menurunkan sistem
imum manusia. Akibatnya kita akan lebih mudah terserang flu dibanding
orang-orang yang tidak terlalu banyak online.
Terlalu asyik dengan gadget juga akan membuat Anda menjadi sosok penyendiri sehingga kurang berinteraksi dengan orang lain. Anda hanya memiliki sedikit waktu untuk bersosialisasi alam dunia nyata.
Hasil penelitian menunjukkan, orang yang lebih sering menggunakan internet, sekitar 30 persen menjadi lebih sering terkena flu. Orang yang sudah kecanduan internet juga bisa stres jika koneksi internet terputus. Stres dapat memengaruhi kadar hormon kortisol yang akhirnya berdampak pada sistem kekebalan tubuh.
Peneliti juga melihat perilaku yang berbeda dalam penggunaan internet antara pria dan wanita. Wanita lebih cenderung menggunakan internet untuk membuka situs media sosial dan belanja online. Sedangkan pria, lebih sering menggunakan internet untuk bermain games dan membuka situs pornografi.
Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa orang yang menghabiskan waktunya untuk online akan lebih sering mengalami masalah sulit tidur dan memiliki kebiasaan makan yang buruk. Terpaku pada gadget juga membuat mereka kurang olahraga, cenderung untuk merokok dan minum alkohol.
Nah, agar kita terhindar dari dampak buruk tersebut, batasilah waktu Anda untuk online dan lakukan aktivitas di dunia nyata.
Terlalu asyik dengan gadget juga akan membuat Anda menjadi sosok penyendiri sehingga kurang berinteraksi dengan orang lain. Anda hanya memiliki sedikit waktu untuk bersosialisasi alam dunia nyata.
Hasil penelitian menunjukkan, orang yang lebih sering menggunakan internet, sekitar 30 persen menjadi lebih sering terkena flu. Orang yang sudah kecanduan internet juga bisa stres jika koneksi internet terputus. Stres dapat memengaruhi kadar hormon kortisol yang akhirnya berdampak pada sistem kekebalan tubuh.
Peneliti juga melihat perilaku yang berbeda dalam penggunaan internet antara pria dan wanita. Wanita lebih cenderung menggunakan internet untuk membuka situs media sosial dan belanja online. Sedangkan pria, lebih sering menggunakan internet untuk bermain games dan membuka situs pornografi.
Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa orang yang menghabiskan waktunya untuk online akan lebih sering mengalami masalah sulit tidur dan memiliki kebiasaan makan yang buruk. Terpaku pada gadget juga membuat mereka kurang olahraga, cenderung untuk merokok dan minum alkohol.
Nah, agar kita terhindar dari dampak buruk tersebut, batasilah waktu Anda untuk online dan lakukan aktivitas di dunia nyata.
PEMBAHASAN
Dalam kasus diatas kecanduan dalam menggunakan
internet akan berdampak buruk bagi kehdupan kita, bagi individdu maupun orang
lain. Internet tentunya harus digunakan secara bijak agar pengguna internet itu
sendiri menjadi lebih bermanfaat dalam kehidupannya sehari-hari.
Kecanduan dalam menggunakan internet akan
menimbulkan beberapa dampak berbahaya seperti banyak orang lupa waktu karena
terlalu sulit menggunakan internet, meningkatkan kriminalitas dan juga cyber crime, tugas-tugas yang kita
dapatkan juga terbengkalai, merusak mata karena berada di depan layar monitor
terus menerus, faktor kesehatan tubuh juga berkurang dikarenakan kita hanya
duduk didepan layar motnitor sehingga kurang bergerak atau kurang berolahraga
sehingga membuat obesitas, dapat merussak mental karena tidak semua konten
internet baik untuk dibuka dan diakses, menyebabkan seseorang merasa tidak
diterima di dunia nyata sehingga menganggap bahwa internet adalah dunianya, cenderung
tidak peduli terhadap lingkungan sekitar sehingga membuat inddividu menjadi
lebih nyaman berada didalam rumah sendiri dengan hanya bermain internet
dibandingkan dengan berinteraksi di lingkungan luar agar bisa bersosilisaasi di
dalam kehidupan nyata.
DAFTAR
PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar